Thursday, April 6, 2017

[Review Anime] Urara Meirochou

Kiri ke kanan: Kon - Nono - Koume - Chiya

Basic Information: http://anidb.net/perl-bin/animedb.pl?show=anime&aid=11985




Ngelantur Sebentar:

Seperti biasa, setiap musim pasti saya butuh dosis cuteness dari jajaran anime yang saya tonton. Untuk Winter 2017 kali ini, saya memilih...

Urara Meirochou; うらら迷路帖

Saya nggak ngerti apa terjemahan literal dari Urara, tapi Meirochou-nya berarti "labirin" tanpa minotaur yang bisa dikatakan sesuai dengan konsep latar tempat yang ada di anime ini.

Sebagai langkah preventif agar omongan saya nggak berubah bikin pusing kayak labirin, langsung ke review deh.




Sinopsis:

Urara - profesi dalam dunia ramal-meramal di kota Meirochou, yang ditujukan bagi perempuan berusia minimal 15 tahun.

Chiya, seorang gadis yang sejak kecil tinggal di gunung bersama para binatang, baru saja menginjak usia 15 tahun dan memutuskan untuk pergi ke Meirochou (Labyrinth Town). Berbeda dengan para perempuan lain, tujuan utama Chiya pada awalnya bukanlah menjadi seorang Urara, tetapi mencari keberadaan ibunya yang sudah lama menghilang. 

Keinginannya tersebut tidak bisa diwujudkan dengan mudah karena aturan protokoler yang berlaku di Meirochou. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan Chiya adalah menjadi Urara tingkat 1 yang harus dimulainya dari... tingkat 10, dan wajib belajar segala hal mengenai Urara di kedai teh Natsume-ya.

Bersama ketiga teman barunya, Kon si tsundere rajin, Koume penggemar sihir ala Barat, dan Nono si pemalu adik pemilik Natsume-ya, Chiya menjalani keseharian yang menyenangkan sambil melangkah menuju tingkat Urara yang lebih tinggi.

Ngebaca kalimat tersebut, saya mendadak keinget Kirisame Marisa dari game Touhou #jauhbanget





Review:


Ada satu hal yang jadi concern ketika menonton anime ini. Saya susah BUANGET untuk mengabaikan kemiripannya dengan salah satu serial anime unyu-unyu yang pernah di-review di sini, GochiUsa. Well, keduanya memang merupakan hasil adaptasi manga yang nuansa keseluruhannya menampilkan segala sesuatu yang lucuk-lucuk gemesin (Urara Meirochou di Manga Time Kirara Miracle, GochiUsa di Kirara Max -- satu perusahaan penerbitan manga kayaknya).

Tapi tentu ada hal-hal yang membedakannya dengan anime tentang anak-anak lucu tukang bikin kopi tersebut.

Kelebihan!

Kelebihannya lembut anget-anget #apasih #plak


Divination #1 - Character Design!

Boleh saya katakan kalo faktor inilah yang bikin saya betah nonton sampai akhir. Memang masalah selera, tapi buat saya yang sanggup menerima desain karakter yang lucuk-lucuk, saya mustahil membantah kalo Shimakaze Mk.II Chiya itu bener-bener memancarkan aura untuk minta dipeluk. Color theme-nya juga bagus, karena pada dasarnya saya emang suka ngeliat karakter cewek muda dengan rambut ubanan pucet-pucet plus warna mata nyentrik. Tiga yang lain juga hampir sama lucunya, dengan Kon punya sedikit ekstra poin karena ujung pita yang mencuat di belakang kepalanya itu.


Divination #2 - Music!

BGMnya bisa saya katakan tepat guna. Sentuhan musik latar yang seringkali bernuansa Eastern mememperkuat atmosfer Jepang tradisional yang secara visual udah kental. 

Kemudian... oh iya.

Plis deh, PLIS. Lagu opening-nya itu unyu BUANGET! Yumeji Labyrinth yang dinyanyikan para seiyuu keempat karakter utama anime ini selalu berhasil bikin saya senyum-senyum sendiri karena susunan melodinya yang enak dan suara nyanyi yang cocok, nggak ada yang kedengeran dipaksain. Ini juga salah satu opening theme yang nggak pernah saya skip setiap kali nonton episode terbarunya. Kanaetai yume ga aru, dakara kyou mo ganbaru~


Divination #3 - It Has A Story!

Berbeda dengan anime-anime yang murni 100% cute girls doing cute things dengan kegiatannya yang random acak abstrak, Urara Meirochou punya arahan premis pada tujuan tertentu sehingga kegiatan-kegiatan yang dilakukan pun nggak bakalan terlalu melenceng dari situ, yang kebanyakan memang masalah ramal-ramal gaib untuk mengorek lebih jauh masing-masing karakternya. Juga ada ujian naik tingkatnya, yang boleh saya katakan cukup baik menjadi elemen untuk mengingatkan penontonnya kalo sebenernya anime ini bertujuan mengarahkan Chiya terus naik tingkat supaya bisa bertemu ibunya.

INI SIAPA YANG BIKIN NANGIS WOI! NGAKU!


Yup, segitu aja kelebihannya yang nonjok. Saya nggak bisa mengatakan banyak hal-hal yang spesial karena sisanya, IMO, biasa aja. Hanya ada karakter-karakter dengan archetype yang umum ditemui dan kejadian-kejadian yang (udah seharusnya) lucu tapi nggak sampe bikin saya pengen meluk monitor.


.....plis, ini geli abis.



Justru ada poin-poin yang membuat skor anime ini nggak mungkin di atas 7.0.

Kelemahan!

"Udah kelebihannya dikit, masih ada kelemahannya?! MASIH ADA?!"


Pertama, fanservice.

Ini faktor kontribusi terbesar yang bikin saya selalu keinget dengan GochiUsa. Perlu diketahui kalo anime tentang anak-anak tukang bikin kopi tersebut punya kadar fanservice di season 1 yang cukup... begitulah, semacam nggak kompatibel sama pure cuteness. Di Urara Meirochou pun demikian, ada beberapa scene fanservice yang, IMO, lebih baik dihilangkan karena mengaburkan nuansa murni unyu-unyu.


Kedua, seiyuu.

Kayano Ai (seiyuu Nina-sensei) memang punya suara khas, tapi seiyuu para karakter utamanya... justru nggak. Lucu kok, cute-cute gimana gitu lah. Tapi saya nggak menemui aura kekhasan yang nggak terlupakan. Parahnya lagi, saya merasa amat sangat terganggu dengan seiyuu-nya Nono (Yoshimura Haruka). Bukan berarti saya bilang orangnya yang nggak bagus. She has potential, terbukti dari dirinya yang bisa ngisi 2 bentuk suara sekaligus (Nono - Matsuko). Tapi... jujur aja, buat telinga saya suaranya sewaktu menyuarakan bagiannya Nono itu dipaksain dengan cara yang nggak enak. Karena mustahil untuk nge-skip dialog, jadi mau nggak mau setiap kali Nono ngomong, saya abaikan aja suaranya dan baca subtitle semata. (=__=)"


Kedua, unfinished story.

Berbeda dengan komplain saya di Mikakunin de Shinkoukei, saya sama sekali nggak bermasalah dengan pencampuran elemen-elemen serius dan lucuk-lucuk di anime ini karena komposisinya yang nggak patah terlalu kontras. SAYANGNYA! Ceritanya nggak tuntas. Inget, premis cerita anime ini adalah gimana usaha Chiya untuk menemukan ibunya yang udah sekian lama menghilang. Di sini? Masih JAUH dari itu dan... selesai. ERGH.

I demand 2nd season!



Udah gitu aja. Pendek ya review-nya?

"Ho oh, pendek yah?"




---------------





Rating:

6.5/10 (C rank) untuk Urara Meirochou karena secara visual lucuk-lucuk minta dipeluk~ Juga karena punya arahan cerita yang jelas untuk ukuran anime cute girls doing cute things (CGDCT). Tentu nggak lupa untuk opening theme-nya yang imut-imut~ :3

Direkomendasikan bagi siapapun yang butuh dosis anime unyu-unyu ringan.

I hope this kind of cuteness will be back soon.


***

7 comments:

  1. I think the yuri makes the rating go up a lot more, mostly thanks to episode 8 with Chiya and Kon. You didn't even consider it.

    ReplyDelete
    Replies
    1. I'm not really a fan of yuri relationship, thus, I didn't think it as pros/cons. I'm too concerned about mystery that engulfed Chiya until the penultimate episode. Even Chiya's crazy antics and all kind of divination techniques are more interesting for me. XD

      Delete
  2. Replies
    1. http://lunaticmoe.blogspot.co.id/2017/04/review-anime-demi-chan-wa-kataritai.html

      Delete
  3. Susah cari info urara meirochou,gak ada season 2kah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang susah karena nggak populer" banget sih anime ini. S2nya juga nggak ada info sama sekali.

      Delete
  4. Sinopsisnya gajelas nih anime

    ReplyDelete