Saturday, October 27, 2018

[Review Anime] Tsuki ga Kirei

Azumi Kotarou - Mizuno Akane

Basic Information: http://anidb.net/perl-bin/animedb.pl?show=anime&aid=12761



Ngelantur Sebentar:

Kembali saya nggak mau ngoceh kepanjangan di sini. Yang jelas, kali ini saya review suatu serial anime yang... keterlaluan. Keterlaluan karena sebenernya anime ini cuma iklan LINE in disguise.

KETERLALUAN MANISNYA!

Lanjut ke review!

NB: Menerjemahkan Tsuki ga Kirei ke bahasa lain buat saya amat sangat nggak cocok, karena dalam kasus ini frasa tersebut unik untuk bahasa Jepang doang. Begitu diterjemahin, rasa NGEH-nya langsung bubar.



Sinopsis:

Dari sekadar kilas tatapan
Asmara bersemi di hati dua insan
Azumi Kotarou si pemuda pemalu
Mizuno Akane sang gadis lugu

Meski awal bicara berbalut ragu
Terucaplah cinta yang tak semu
Merajut kasih yang tak digemakan
Jalannya pun tak umbar kemesraan

Tapi cinta pastilah bergelombang
Arahnya juga tak selalu terang
Mereka hanya mampu menerka
Sembari menahan sendu di dada

Namun satu hal yang selalu ada
Yang kukuh dalam diri mereka
Terus mengerti hati yang bimbang
Agar kisah berdua tak pernah lekang

C I E  (≧w≦)



Review:


Seandainya review ini berupa video yang saya upload ke YouTube, mungkin saya bakalan jerit-jerit histeris "KYAAA KYAAA" kayak orang goblok sambil ngulang-ngulang kalimat "INI ANAK DUA GEMESIN BANGET SUMPAAAAHH!" setiap beberapa detik.

I'm dead serious, guys. Kelakuan Kotarou sama Akane itu sukses besar bikin saya konstan berada dalam mental state yang dreamy nggak turun-turun selama 12 episode.

Tapi tenang! Karena ini merupakan tulisan, Anda nggak perlu khawatir karena mau nggak mau saya harus kembali ke mode default yang sanggup menyajikan review secara terstruktur. Tentu beserta penjabaran mengenai faktor-faktor yang membuat saya bisa ngomong kayak tadi, high kayak anak kecil 12 episode non-stop.

Kelebihan!

Dua anak ini kelakuannya sangad uwu sekali~


Chat #1 - Coloring!

Ini adalah hal pertama yang bikin nyaman. Iya, segala yang bikin heboh itu selalu dimulai dari rasa nyaman, yang comfortable. Dalam kasus ini, pewarnaan pada animenya. Haluuuuuus banget, nggak ada yang kontras ngejreng mencolok mata. Kalo saya bicara perbandingan, ini sense-nya mirip-mirip ngeliat visual Usagi Drop atau Isshuukan Friends. Terasa lembut, empuk, dan hangat. :3

*MEREMAS BANTAL GULING* #bantingbanting


Chat #2 - Pacing!

Anda nggak suka anime yang slow-paced? Enyahlah kalian. Sayang sekali, berarti Tsuki ga Kirei mungkin bukan anime untuk Anda.

Tetapi!

Buat saya, pacing lambat-lambat lembut (apasih #plak) begini bukannya bikin saya down, malah bikin makin gregetan dan gembira karena sangat cocok dengan kedua karakter utama kita yang memang nggak ekspresif meledak-ledak. Juga karena pada dasarnya saya memang bisa menerima pacing lambat sih. Tapi setidaknya saya nggak merasa ada sesuatu yang "diseret-seret", yaitu sengaja dilambat-lambatin tanpa alasan jelas. Pacing lambat di sini jelas berdasarkan pada kepribadian main couple kita yang nggak grasak-grusuk.

*SUNTIK INSULIN 5 LITER*


Chat #3 - Composition!

Serupa dengan Ore Monogatari, kita nggak disuguhkan sekedar pergelutan sebelum nembak, tapi apa aja yang terjadi setelah-setelahnya. Bedanya, di sini mengalir lebih natural dan nggak pake acara insiden dulu. Istilah jebretnya, down-to-earth banget.

Progresnya juga nikmat banget diikuti. Bener-bener dimulai dari hal sepele kayak liat-liatan, mulai berani ngobrol agak banyak (meski lewat LINE), berlanjut kepada keduanya yang berusaha mendobrak awkwardness dengan perilaku yang gemesin sangat, menghadapi "badai" dari pihak eksternal, sampai akhirnya keduanya sadar selama mereka mencintai orang yang bales mencintai mereka dan terus melangkah bareng ke depannya, it's enough. Struktur begini bisa dibilang basic, tapi terkadang nggak dibutuhkan kompleksitas untuk menyingkap keindahan. :) 

Apa lagi?

Tentu aja ending-nya!

Asik banget nonton anime yang bener-bener selesai begini tanpa harus nunggu kelanjutan yang bisa jadi munculnya 13 tahun kemudian kayak Full Metal Panic. Setelah ngikutin perjalanan cinta pasangan utama kita yang naik turun, disuguhkan ending seperti di anime ini tuh rasanya WUAAAAAAAHHHH banget. Masalah di antara mereka bisa diatasi secara elegan, keduanya pun didewasakan secara mental lewat hubungan cinta. Belum lagi proper ending (meski cuma semacam slideshow) yang bikin saya ikutan bahagia... gimana saya nggak histeris coba?

Kyaaa Azumi-kun kyaaa #apasih


Chat #4 -  Innocence!

This is it. INI DIA SUMBER GREGETNYA!

Semua, SEMUA yang main couple kita lakukan hanya berlandaskan satu prinsip tak terbantahkan: kepolosan. 

Berhubung main couple kita di sini nggak berpengalaman dalam soal romantika, maka apapun interaksi yang mereka lakukan banyak diwarnai gestur canggung, impulsif tapi lugu, nggak bisa 100% akurat, bahkan bisa berujung ngambek atau mewek (Akane nangisnya heartbreaking banget T_T ). Namun sekali lagi, karena dasar dari perilaku mereka di anime ini adalah kepolosan, maka apapun output-nya nggak akan pernah jadi drama lebay, cari kenyamanan ke pihak lain, galau nggak realistis, atau malah berubah jadi remaja sok edgy yang mendadak filosofis soal asmara. Yang ada cuma kebingungan yang mencengkram perasaan keduanya, karena mereka belum mengerti apa yang harus dilakukan di situasi atau kondisi tersebut.

Bagusnya lagi, karena masih polos, keduanya nggak ngerti harus melakukan apa lagi selain menghadapi masalah di antara mereka. Kalaupun ada sedikit menghindar, itu nggak berlangsung lama dan dalam waktu cepet keduanya bakal ngobrol, kemudian terkuaklah semua yang mengganjal di dalam hati. Karena kepolosan itu pula, segala tindak-tanduk keduanya nggak ada maksud lain yang busuk alias nggak ada udang di balik gorengan 2000 dapet 3 biji. Pokoknya yang dilakukan adalah terus berproses dan makin memahami apa yang harus mereka lakukan dengan perasaan di dalam diri.

Ditambah dengan progres cerita yang asoy geboy, nuansa polos-polos unyu begini sukses besar bikin pipi saya panas 12 episode nonstop, bahkan kadang harus nutup muka pake 2 tangan gara-gara kelakuan Koutarou sama Akane yang NGGGGGGHHHHH~ :3

Ih emesh emesh~ :3


Music! Jujur, nothing special. Iya, iya. Saya tahu banyak yang suka dan bilang bagus. Memang nggak jelek kok, cuma saya nggak merasakan apapun yang jebret dari opening maupun ending theme-nya. Maaf saya nggak bisa teknis-teknis banget soal ini, tapi begitulah yang kuping saya rasakan sewaktu dengerin keduanya.

Seiyuu! Sekali lagi nggak spesial, tapi saya merasa pengisi suara para karakter utama kita sangaaaaaat cocok dengan atmosfer down-to-earth begini. Nggak ada high-pitch yang mengganggu, nggak ada juga suara sok-sok gahar kegantengan. It's at O.K. level.

Onee-chan, you ARE wrong. (spoiler nggak ya ini? :P)



Yak, tibalah saya di bagian yang paling horor di review Lunatic Moe.

Kelemahan!

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Nggak ada! YAY!

Bercanda. Ada kok. Dua malahan. Nggak signifikan memang, tetapi nggak bisa diabaikan sama sekali.

Pertama, sedikit masalah di visual. Saya nggak mau menjelaskan panjang, karena saya akan langsung memperlihatkan salah satu contohnya.

A R G H

Dan yang begini masih bertebaran di sepanjang anime meski munculnya cuma beberapa saat. Come on, studio Feel. Please don't do 3D animation if you're not ready. (-_-)

Kedua, side story temen-temennya Akane sama Kotarou itu sama sekali nggak penting buat saya. Udah nggak ada polos-polosnya, sehingga nggak balance sama nuansa cerita utama. (-_-)



---------------




Rating:

9.7/10 (S+ rank) untuk Tsuki ga Kirei karena... menurut saya, beginilah harusnya sebuah anime/manga tentang first love itu dibuat! Juga untuk visual lembutnya yang sangat mendukung sepanjang serial. Plus, karena pada dasarnya saya emang suka yang manis-manis. (≧∀≦)

Direkomendasikan untuk semua pecinta anime romance, dan juga buat Anda yang ingin mengingat kembali indahnya (dan canggungnya :P) jatuh cinta untuk pertama kali.

#gigitbantal #bantingmouse #lemparkursi

***

9 comments:

  1. Min, kemana saja dirimu selama ini, kadang aku kangen banget baca review mu, soalnya detail sekali, dan kadang apa yang kamu review baru aku tonton, dan setuju banget sama review kali ini..😀😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya abis mati terus idup lagi (?) #plak

      Wkawkakwka nggak, nggak. Setaun belakangan ini emang sedikit yang saya tonton. Malah saya belom ngeliat anime apapun yg tayang musim ini.
      Abis ini mungkin (MUNGKIN!) saya cuma bakalan ngeluarin Violet Evergarden, Made in Abyss, sama Houseki no Kuni.

      Delete
  2. akhirnya nongol lagi

    btw jarang2 anime yang ceritanya manis begini alias vanilla
    setelah nonton ini baru tau ternyata line itu populer bgt disana kayaknya melebihi whatsapp.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan "populer banget" lagi, tapi app chat paling banyak pengguna di sana, soalnya LINE memang bikinan Jepang

      Delete
  3. Review Shinsekai No Yori dong min? mantap tuh buat penggemar romance!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Animenya ada di laptop saya :D
      Tapi belom ditonton wakkakakkak (btw yg bener namanya Shinsekai Yori nggak pake partikel "no")

      Delete
  4. Hahaha... Setuju banget gw min sama review lo kali ini. Sering-sering update lah, kayak orang sibuk aja jarang update lo, min. Btw, Ada lagi kelemahannya min. NGAPAIN ADA BOCAH DI TENGAH2 EVENT KISSING FIRE WORK!!!??? Njir.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soalnya itu festival buat masyarakat umum, siapa aja boleh nonton
      Mereka aja yg bandel curi" kesempatan :P

      Delete