Sunday, June 29, 2014

[Review Anime] Nagi no Asukara

Kiri ke kanan: Chisaki, Sayu, Kaname, Miuna, Tsumugu, Hikari, Manaka
And actually this pic is a great spoiler...





Ngelantur Sebentar:

"I want more drama!"

Begitulah yang timbul di kepala saya beberapa waktu lalu. Jujur, meski bisa suka genre drama romance, saya sendiri lupa kapan terakhir kali nonton anime drama minim komedi dengan bumbu science fiction/fantasy. Let's see... AnoHana? Ano Natsu de Matteru? Kokoro Connect?  (GILA, UDAH LAMA BENER YAK KWOAKEOAKWOAKE )

凪のあすから; Nagi no Asukara. Keteduhan Dari Hari Esok.

Entah apa alasannya saya mendadak keinget anime yang satu ini. Padahal sewaktu pertama kali airing, saya bener-bener nggak melirik anime ini. Alasannya? Karena waktu itu lagi merasa nggak butuh dosis drama. Nah begitu butuh, download deh. Tanpa ragu, langsung sikat nonton maraton seharian.

Dan saya AMAT SANGAT TIDAK MENYESAL nonton anime ini. #nangisgulingguling




Sinopsis:

Sakishima Hikari, Mukaido Manaka, Hiradaira Chisaki, dan Isaki Kaname adalah 4 orang anak 14 tahun penghuni bawah laut yang merupakan sahabat akrab sejak kecil. Setelah sekolah bawah laut mereka ditutup, keempatnya pindah ke sekolah di daratan. Pertemuan keempatnya dengan seorang siswa daratan, Kihara Tsumugu, pun mengubah segalanya, khususnya apa yang ada dalam hati masing-masing.
Dikit lagi ditelen bulet-bulet... #plak



Review:


Saya akan mulai dengan beberapa pertanyaan.
  1. Pernah nggak, Anda suka sama seseorang, tapi orang itu ternyata suka dengan temen baik Anda sendiri?
  2. Pernah nggak, Anda confess sama seseorang, padahal sudah tahu bakal ditolak karena satu dan lain alasan, just for the sake of relieving yourself?
  3. Pernah nggak, Anda terus-menerus mengaku suka sama seseorang, padahal Anda jelas-jelas jauh lebih deket sama orang lain dan merasa amat sangat nyaman dengannya, tanpa sadar sejak kapan kenyamanan itu tercipta? 
  4. Pernah nggak, Anda terlalu fokus suka sama seseorang yang *pada akhirnya* menolak Anda, sampai-sampai Anda nggak menyadari kalau ada orang lain yang menganggap Anda sebagai orang yang spesial dan selalu setia memandang diri Anda dari kejauhan?
  5. Pernah nggak, Anda suka sama seseorang yang Anda kenal dari kecil, tapi SUSAH banget untuk confess sama orang itu? 
Kalo Anda pernah mengalami 2 atau lebih di antara gejala-gejala di atas, segera periksakan ke psikiater saya nyatakan Anda siap untuk "nyemplung" ke dalam suasana emosional anime ini. Kalo nggak pernah satupun, well... kasian deh lu nikmati sajalah! Animenya bagus kok~ d(≧∀≦)

Format biasa yah. Kelebihan!
Welcome to Bikini Bottom! #ngaco #salahtempat

Pertama, visual. 

Studio P.A. Works kembali menghadirkan sesuatu yang terlalu amazing untuk dilewatkan kecuali Anda penyandang disabilitas mata atau mungkin bintitan. Nggak bisa saya deskripsikan banyak-banyak, pokoknya silakan lihat sendiri betapa indahnya Bikini Bottom desa bawah laut Shioshishio dan sisik-sisik berkilauan yang menari di kedalaman. Desain karakternya juga oke, dengan seragam ijo-putih yang... HNNNGGGGG~ Plus, siput lautnya lucu... (≧∀≦) (padahal mah binatang aslinya bikin geli-geli somplak)


Kedua, sistem. 

Seriously, perpaduan legenda dan timeline masa kini alternatif yang disuguhkan bener-bener bikin saya jatuh hati! Hebatnya lagi, saya nggak menemui satupun hal mengenai sistem yang tidak dijelaskan, nggak ada sedikitpun yang bolong. Diceritakan secara gamblang, simpel, dan bercampur sempurna dengan flow alur tanpa mengganggu flow emosi yang ada.


Ketiga, elemen.

Komplit, unik, dan perfectly concluded! Baik yang menggelitik logika maupun yang memeluk perasaan, keduanya ada di anime ini. Elemen time skip yang ada bener-bener sukses menjadi modal bagi plot dan development untuk berkembang keren gila-gilaan dan berhasil mengaduk-aduk perasaan. Segala konflik juga selesai tuntas tas tas TASSS! Masalah hubungan antar karakter-karakternya selesai (siapa dapet siapa, siapa yang nggak dapet siapa-siapa), orang-orang darat dan laut sukses berdamai, dunia terselamatkan, dan hebatnya... misteri pada legenda masa lalu yang menjadi fondasi cerita juga diakhiri dengan konklusi yang klik!


Keempat, efisiensi.

Ke-26 episode 100% BERHASIL menjadi rangkaian cerita utuh tanpa ada satu episodepun yang tidak berguna. Bahkan saya berani mengatakan, NGGAK ADA SATUPUN MENIT PADA PLOT YANG TERBUANG SIA-SIA! Tiap menitnya (MENIT!) selalu mengantarkan saya pada level plot/character development yang lebih sakinah, mawaddah, dan warrahmah yang lebih baru dan berkembang. Eksekusi plot yang padat dan super efisien ini... beneran, jarang BANGET ada di anime-anime jaman sekarang yang sangat terindustrialisasi. Well... mungkin karena anime original juga ya. Jadi udah dirancang bener-bener paten dari awal supaya 26 episode ceritanya ini ini ini dengan ending begini. Kalo hasil adaptasi dari media lain pasti ada yang entah dipangkas entah ditambah-tambahin supaya muat dengan jatah slot 12/13/24/26 episode.

Uuuhh... I wanna be the sea slug...
Kelima, eksekusi dan ide.

Idenya... serius, klasik. Klasik banget, hampir kayak dongeng-dongeng jaman dulu. Tapi! Eksekusinya bener-bener sadis, keren abis! Kadar racikan bumbu sweet, heartwarming, sad, and sorrow-nya juga pas BUANGET. Kembali ke analogi masakan, "bahan utama"nya murah meriah, tapi "bumbu-bumbu" dan  "tingkat kematangan" yang dihasilkan begitu sempurna! Jadilah "hidangan" anime yang maknyus, sangat cocok disantap oleh jiwa-jiwa galau yang lapar.


Keenam, bom. Eh... "ledakan" dalam cerita.

Bisa saya bilang kalau hal ini adalah salah satu special move dari sebuah film/anime drama. Saya kasih contoh adegan:
A: "Sebenernya... aku suka sama C..."
B: "Oh ya? Aku denger padahal C sukanya sama D."
A: "Iya, makanya kamu jangan ngomong-ngomong ke D---"
Dan si D, yang merupakan temen akrab A dan B, tiba-tiba udah berada dalam posisi di deket keduanya, sempet denger pembicaraan. BHUMMMM!!!

Bagi sebagian orang, trik itu basi dan biasa. Tapi kalo buat saya pribadi, nggak. Jika penempatannya sangat tepat, maka dapat menjadi efek kejut yang menggebrak. Dan itulah yang ada di anime ini. Timing-nya dalam "menjatuhkan bom" begitu sempurna dan nggak bisa diprediksi, sampai-sampai saya refleks berseru, "NHAAAAA... ketauaaannn... JRENNGGGG".


Ketujuh, the finale...

KARAKTER!

Saya harus kasih applause buat para staff P.A. Works sebanyak bilangan Avogadro untuk hal ini. Inilah yang memungkinkan Nagi no Asukara menjadi drama romance dengan hembusan flow emosi yang bikin saya galau total. Seluruh karakter utamanya berhasil menjerat empati saya secara maksimal! Jujur, nggak keitung berapa kali saya nangis dari episode 1-26... (>__>)

Dan terpaksa... saya harus menggunakan border keramat ini lagi.


===SPOILER ALERT===


Kemarilah dan akan kupeluk kalian! #bletak
First male protagonist, Sakishima Hikari. Pusat penyelesaian segala perkara di anime ini, seorang warrior of love yang akan melakukan apapun demi kebahagiaan orang yang dicintai (cie... cieee.. CIEEEEE #plak) meski dia ngeliat kalo orang yang disukainya punya tanda-tanda suka pada salah satu temennya sendiri.

Setelah time skip, sifat gigihnya itu kembali ditunjukkan demi melakukan ritual necromancy melihat orang yang disukainya bisa "bangkit" kembali. Saking gigihnya, dia nggak nanya-nanya dulu tentang kebenaran segala sesuatunya. Dia juga terlalu fokus sama orang yang disukai, sampai-sampai nggak nyadar kalau ada DUA cewek lain yang menyimpan perasaan terhadap dirinya. Emm... terlalu fokusnya emang mirip-mirip saya sih... (@__@) cuma saya agak males aja buat usaha sekeras dia 

Berantem yuk? :3
First heroine, Mukaido Manaka. Seorang cewek berpostur petite berkelakuan cukup unyu bersuara moe-moe basah (Hanazawa Kana gitu lohhh...). Tidak bisa disangkal kalau dialah pemicu segala perkara di anime ini. Cukup dengan dirinya menunjukkan tanda-tanda suka pada temen daratannya, plot pun mulai terbentuk. Bahkan hanya dengan menampilkan sedikit "keraguan yang dirahasiakan" (apakah perasaannya beneran cinta atau sekedar kagum), pelatuk pun ditekan, menembak jalan cerita sehingga terbentuk klimaks pertama.

Setelah time skip, sleeping beauty yang satu ini tetap tertidur hingga 3/4 total episode berjalan, terbangun dengan cara yang... cukup bikin saya nyeletuk, "Heh?". Namun lagi-lagi, kehilangan "sesuatu hal" yang dialaminya setelah terbangun dari tidur sukses mengobrak-abrik plot, mengarahkannya menuju klimaks kedua, bersamaan dengan terungkapnya "keraguan yang dirahasiakan" yang ditunjukkannya sebelum time skip. Well... actually, saya punya kelakuan yang beda tipis dengan main heroine. Sekedar kagum? Beneran cinta? Ataukah karena batas antara 2D dan 3D yang udah agak nge-blur buat saya?

Mau pegang... #plak
Second heroine, Hiradaira Chisaki. Berlawanan dengan Manaka, posturnya tergolong bagus untuk cewek-cewek seusianya with curves and 'plot'. Seseorang yang cuma bisa memandang Hikari dari kejauhan, karena dia tahu kalo Hikari cinta mati sama Manaka. And she's confessed to Hikari just for the sake of relieving herself setelah dirinya 'ditembak' oleh orang lain.

Sebagai satu-satunya orang laut yang berubah setelah time skip, Chisaki pun punya waktu tambahan untuk terus bersama dengan seseorang yang juga berubah. Heroine paling batu dan indecisive di anime ini dalam urusan perasaan. Meski terus-menerus mengaku kalo dirinya suka sama Hikari, tetapi practically dia JAUH lebih nyaman bersama seseorang yang juga berubah tersebut tanpa menyadari sejak kapan perasaan nyaman itu muncul. Pada akhirnya... bisa ditebak ya? Dan seandainya saya diperhadapkan dengan skenario yang sama dalam hidup, saya mungkin bisa menjadi JAUH lebih indecisive dari Chisaki. Mulut sih terus ngomong si A, tapi hati nyaman ke si B... ~!@#$%^&*()_+ nge-harem aja deh kalo gitu.

Scene wajib nangis 1 - Part I
Second male protagonist, Isaki Kaname. Bishounen yang satu ini awalnya terlihat nggak begitu berpengaruh pada plot, bahkan boleh saya katakan "setengah figuran" di beberapa episode awal. Namun segalanya berubah ketika confession-nya pada Chisaki menyerang. Melesat lurus menuju hati sang 2nd heroine, yang pada akhirnya berimbas juga pada Hikari dan Manaka.

Mengetahui Chisaki yang berubah, cowok yang satu inipun menjadi lebih agresif dalam melakukan serangan-serangan ke jantung pertahanan lawan. Sayangnya, semuanya masih membentur mistar hati sang pujaan (maap, World Cup effect XD).  Mirip-mirip sama Hikari, dia terlalu fokus pada Chisaki dan parahnya, digantungin tanpa ada kata "NO" yang lugas. Karena sejak awal dia sering merasa "paling nggak cocok sendiri" sama ketiga temennya yang lain, seringkali dia ngerasa sendirian meski nggak pernah ditunjukkan. Kesabarannya berbuah hasil yang memuaskan, mendapatkan grand prize seorang cewek yang selalu memandang dia dari kejauhan. Emm... and I really understand his loneliness. #nangisdarah

Hello, girl. I have come.
Third male protagonist, Kihara Tsumugu, yang kelihatannya merupakan orang disukai Manaka di awal-awal. Makhluk daratan ganteng bin cool yang satu ini bisa saya katakan adalah yang paling "tersembunyi" karena nggak pernah terlihat menunjukkan emosinya. Selalu pasang muka datar, dan gaya bicaranya juga beda total dengan Hikari. Butuh kejelian ekstra untuk tahu siapa sebenarnya yang dia sukai kalo mengamati 13 episode awal. Ada beberapa subtle clue di situ, tapi sekali miss, Anda harus nonton terus sampai 23 untuk tahu (ingat, tiap menit begitu berharga di anime ini --- so, focus!). 

Time skip membawa berkah buat Tsumugu, seseorang yang juga berubah selain Chisaki. Permintaan kakeknya yang mengajak Chisaki tinggal bareng serumah (isi rumahnya jadi Tsumugu, kakeknya Tsumugu, plus Chisaki) menjadikan dirinya sebagai karakter utama pertama di anime ini yang mendapat jackpot. Meski demikian, nggak ada tanda-tanda di anime yang menunjukkan kalo dirinya dan Chisaki pernah pacaran apalagi bikin kelakuan "aneh-aneh" (please throw aside your dirty mind). Kerennya lagi, dia mendeklarasikan secara jujur dan lantang perasaannya pada Chisaki sewaktu sedikit ada konflik dengan Hikari, kemudian mengatakannya empat mata pada si cewek yang dimaksud. So gentleman! Udah gitu bisa jadi pendengar dan penyimpan rahasia yang baik pula. #sembah

Scene wajib nangis 1 - Part II
Third heroine, Hisanuma Sayu, yang baru bisa digolongkan sebagai main heroine setelah time skip. Seorang yang pada awalnya hanyalah loli biasa yang sedikit annoying dan bandel, namun berhasil ditaklukkan oleh Kaname. Meski Kaname cuma memberikan perlakuan yang simpel, namun efek jangka panjangnya membekas banget buat Sayu. Sejak saat itulah loli yang satu ini menyimpan perasaan pada Kaname.

Time skip menjadi kesempatan bagi dirinya untuk berkembang lebih baik. Terinspirasi cinta masa kecilnya, Sayu berubah menjadi seorang cewek rajin dan pinter, semata-mata supaya dirinya nggak dianggap anak kecil lagi oleh pujaan hatinya, Kaname, seandainya cowok itu terbangun. Dan... penantiannya nggak sia-sia setelah memendam perasaan tersebut sekian lama. Cewek inilah yang saya bilang grand prize bagi Kaname. Ah... first love is really beautiful... especially from childhood ones... #nangisbeling

Her smile is too... uuugghhh... #kejang
Best of the best of the best of the best girl of the show sekaligus temen baik Sayu, Shiodome Miuna. Sama seperti Sayu, Miuna nggak bisa saya katakan main heroine sebelum time skip terjadi. Dan 11-12 dengan Sayu, Miuna juga punya seorang childhood crush, yaitu sang main protagonist, Hikari. Sebelum time skip, diceritakan bahwa Akari, kakaknya Hikari, menikah dengan papanya Miuna (ibu kandungnya diceritakan udah meninggal sebelum timeline di cerita). In the other words, Miuna suka sama paman tirinya sendiri. Tapi rapopo toh kalo om tiri? :P

Mirip dengan kasus Sayu, Miuna juga terus sabar menunggu hingga Hikari terbangun. Sampai di sini, bisa saya katakan nggak sia-sia karena dialah salah satu orang yang menemukan Hikari pertama kali setelah time skip. Keseriusannya pada Hikari juga ditunjukkan dengan menolak temen sekelasnya yang confess padanya. Namun naas, segalanya nggak berjalan sesuai harapan Miuna. Perasaan sukanya pada Hikari terus ditekan dan disembunyikan (meski akhirnya ketauan dalam suatu krisis), karena dia tahu Hikari cuma punya satu orang di hati: Manaka. Seriously... she deserves a far better reward.  JADI KAYAK MIUNA ITU SAKIT TAU GAK! SAKITTTT!!!! UDAH NUNGGU LAMA, EH NGGAK DAPET!!!!! AAAARRRGGGHHH SERIOUSLY WHYYYYY  щ(゚Д゚щ) #curcol


===SPOILER END===


tl;dr version: problem-problem yang ditonjolkan tiap karakter terasa begitu alami dan banyak dialami oleh orang-orang di dunia nyata (including myself). Tambah bumbu fantasy, heboh sudah anime ini. d(≧∀≦)b

Mungkin Anda akan pernah melihat/mendengar beberapa komentar yang menganggap garis relationship  dari ketujuh orang karakter utama terbilang kusut, ribet, simpang siur, dll-nya. Tapi saya katakan, TIDAK. Justru di sinilah keunikannya. Kalau anime ini cuma berkisar tentang Hikari x Manaka semata, saya nggak yakin kualitas dramatisasinya akan sebaik ini. Yakin deh, pasti jauh di bawah. Lagipula baru juga 7 orang, masa nggak sanggup? :P


Lanjut ke audio!

Seiyuu, no problem. Semuanya terasa cocok dan nge-blend dengan karakter masing-masing. Kalo OST... sorry to say, bukan selera saya. Secara objektif bagus-bagus kok, baik opening dan ending theme 1 dan 2. Cuma kalo bagi telinga saya, semuanya itu bukan sesuatu untuk didengerin sehari-hari. Kalo dirasa cocok dengan selera Anda, jangan ragu untuk beli/download.
Scene wajib nangis 2 - dengan catatan khusus


Tujuh kelebihan nggak menjamin Nagi no Asukara nggak punya kelemahan sama sekali. Emm... bukan kelemahan juga sih, cuma 1 yang bisa dianggap kelemahan. Yang 2 lagi lebih ke arah "annoying factor".

Satu hal yang bikin nilai Nagi no Asukara nggak bisa mencapai 9.7, 9.8, 9.9, apalagi 10: garis plotnya terlalu sederhana, twist nggak menggigit. Cukup nonton beberapa episode awal, ketebak sudah siapa akan jadian sama siapa (cuma yang nggak dapet siapa-siapa yang saya agak ragu karena sempet ngarep twist), tinggal mengira-ngira alasan gimana jadiannya. Untuk orang yang cukup memperhatikan subtle clue, semuanya sudah ketahuan bahkan sebelum episode 13 (termasuk untuk Sayu!). Seandainya ada twist menggebrak (contoh sederhana: ada yang mati, ada yang rebutan sampe perang-perangan tapi yang dapet malah yang nggak ikutan perang, atau main protagonist malah jadi sama yang lain), anime ini langsung saya lempar pake angka 9.9. Untung aja ngaduk-ngaduk emosinya cukup jago... jadi faktor ini nggak bikin anjlok-anjlok banget.

Langsung ke annoying factor pertama: hampir setiap episode pasti ada yang nangis. Sumpeh deh, sesensitif-sensitifnya saya, segampang-gampangnya saya nangis kalo nonton sesuatu yang menyentuh... kalo keseringan ditampilin scene nangis itu keterlaluan. Seakan-akan para karakter di sini lemah banget.

Annoying factor kedua adalah ciri dalam drama yang saya nggak suka: lagi adu argumen, eh... yang satu ngambek, marah, TERUS LARI KABUR dari TKP, entah yang cowok ataupun yang cewek. Ini BERKALI-KALI saya temui di dalam animenya. Kalo saya pribadi prefer 2 karakter itu bacot-bacotan sekeras mungkin di TKP (sampe si cowok digampar si cewek juga nggak masalah), yang penting yang mau diomongin bisa tuntas.
And they live happily ever after.


---------------



Rating:

9.6/10 (S rank) buat Nagi no Asukara untuk keindahan visualnya, kelengkapan sistem dan elemen-elemen, cerita yang padat berisi tanpa plothole, serta karakter-karakternya yang memorable dan sukses memainkan flow emosi secara sempurna.

Direkomendasikan untuk para pencari anime drama romance yang serius tanpa banyak basa-basi with zero filler, plus fantasy.

Thanks for... reading... *sob*

***

61 comments:

  1. itu anime keren dan menguras emosi dan air mata :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yep, ditambah auranya yang down to earth, saya yakin banyak orang bisa ikut ngerasain emosi di dalem anime ini :3

      Delete
  2. wow! baru baca review udah ngebayang kalo nih anime bagus! sry gue belom liat nih anime. baru dapet dari temen n akhirnya nyari reviewnya. wwww
    btw keren penyampaiannya! lol wwwww

    ReplyDelete
  3. yang ngereview keren, sampai sedetail2 ngereview anime, emang nggak capek nulis segitu banyaknya, wkwkwk :p ane belum pernah liat ini anime karna agak kurang suka anime yang kebanyakan drama :v tapi setelah baca review ente tentang ini anime ane jadi penasaran pengen liat :v apalagi tentang love circle, wkwkwk :3

    salut buat yang ngereview, keep update gan, di tunggu review keren lain nya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah biasa nulis ratusan halaman kok XP~

      Saya juga nggak selalu mau nonton drama"an, tapi yang ini oke punya kok. Nggak akan nyesel nontonnya :3

      Delete
  4. mantep min ~ awal" ane penasaran eh ternyata bagus juga ni anime wahaha XD

    ditunggu review anime lainnya ~.~

    ReplyDelete
    Replies
    1. yep memang bagus, udah setahun nggak saya tonton pun masih membekas banget :3

      Delete
  5. Ini anime ke 3 yang saya liat, smpe skrg pun g bisa lupa sama kerennya NTR n alur d anime ini ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apa iya ada NTR di sini?

      Definisi NTR/netorare = ngambil pacar orang (dan sebenernya punya konotasi "ngerebut secara seksual")

      Adakah yang kayak gitu di anime ini? :P

      Delete
  6. *spoiler alert*
    ^gatau mau naronya dimana, yodah diatas aja

    jujur awal nonton bener bener ga nyangka ending nya bakal begini
    gw 99,99% setuju ama review ini

    endingnya sbenernya bagus klo kata gw, hampir semua sama sperti yg di harapkan
    cuma 1 maslaahnya
    si miuna bikin gw baper selama 2 minggu
    dilihat di ending si miuna udah bisa move on
    whatever lah

    tapi selama endingnya rada nyangkut gitu (si manaka ama hikari belum jadian) gw bisa bayangin endingnya seenak jidat gw #ngenes

    overall great ainime, dah lama ga nonton anime yg macem ini
    love chart yang belibet dan pagujud (kalo bahasa jermannya)

    ggwp p.a works~ :'D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akwakwkawk baper lama banget sampe 2 minggu XD
      Saya cuma galau seharian, besoknya kelar :P Soalnya kalo kelamaan, ntar reviewnya jadi terlalu subjektif.

      Yah tapi drama sebagus ini belom tentu ada di tiap season sih... sayang banget ya ._.

      Delete
  7. kak, review review nya jelas banget, keren dan seger aja dibaca nya, soalnya ekspresif banget. aku minta tolong dong, aku suka banget sama full metal panic, semuanya udah aku tonton, termasuk yg fumoffu juga. tapi aku nggak puas aja berhenti di second raid, lanjutannya cuman ada di light novel, ya kan ? tapi walaupun aku udah pernah tonton, aku pengen tau aja pendapat orang2 ttg anime ini. jadi kalo ada waktu, aku mau kakak review anime ini ya, makasih ya kak. maaf ngerepotin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya ada kok di HDD lengkap dari season 1, Fumoffu, sama 2nd Raid. Cuma ya nggak bisa janji review, nonton ulangnya cukup panjang soalnya @__@

      Kelanjutannya memang di LN, tapi saya nyerah kalo urusan itu wekekekek XD~

      Delete
  8. ini ending nya gimana? good apa bad ending? spoiler gapapa. asal ga ketipu, gw sangat sangat sangat benci bad ending

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo Anda fans Miuna, ini bad ending. Kalo Anda fans Manaka, ini good ending XD

      Delete
    2. Saya biasanya baperan, lol.
      saya ga fans mana mana, tapi saya biasanya nganggep pemeran utama itu saya sndiri. jadi kalo hikari itu pemeran utama. bakal jadi sad ending kalo dia ga dapetin manaka. apalagi kalo manaka nya jadian ama si kihara T_T . inget aldnoah zero, ending nya bikin gabisa tidur.

      Delete
    3. *nggak nonton Aldnoah Zero*
      *nyerah*

      Berhubung saya fans Miuna, jadi... agrehagrehagrhaegh #huaaaahhh (soalnya saya paling bisa berempati sama yang satu itu)

      Tapi kalo saya selalu ngambil sudut pandang jadi author/scenario writer juga, sehingga bisa mikir lebih jernih apakah alur begini begini lebih logis apa nggak. Jadi, meski Hikari nggak jadian sama Miuna pun bisa tetep saya nilai bagus (y)

      Delete
    4. ya juga sih, kalo manaka nya jadian sama hikari kasian sama miuna juga.
      aahhh, nonton ga yaaaah.

      Delete
    5. Udah nonton aja, ntar nyesel lho nggak pernah nonton ini.
      Cukup siapin tisu/saputangan/handuk kecil aja kok, biar kalo mau nangis" langsung siap dilap

      Delete
    6. lagi marathon fullmetal alchemist brotherhood :P hehe. nanti kalo udah kelar ini. ngomong2 ini anime keren banget, ending nya puas(blum kelar tapi udah liat ending haha) . pantesan di myanimelist dapet #1 top anime. nonton deh, ga nyesel. banyak moment heartbreaking tak terduga juga. pokonya keren anime SS banget.

      Delete
    7. Harusnya sekarang saya udah siap nonton FMA (semuanya kalo bisa). Dulu sih nggak kuat, saya golongan tukang nonton anime lembut" sih #plak

      So... maybe later. Steins;Gate juga masih ngantri buat ditonton soalnya.

      Delete
  9. ngomong2 kalo saya yg review Shigatsu wa Kimi no Uso, pasti saya kasih B atau C , gara2 kaoru nya X( . tapi kalo ngomongin graphic, rank nya SS. masih mending ending clanad after story, walopun ending nya maksain, tapi bahagia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Clannad AS juga bagus, buat saya lebih tinggi dari Shigatsu malah. Tapi bukan karena "miracle ex machina"nya sehingga nggak ada sad ending, lebih ke arah "family value" yang ada di dalamnya.

      Lagipula ending mati nggak selamanya jelek kalo ditinjau dari perspektif lebih tinggi. Kalo banyak yang terharu, mewek", atau sampe ngamuk ngeliat suatu ending mati, malah saya bisa bilang si pembuatnya sukses besar bikin cerita. Artinya dia berhasil menyajikan suatu "kebohongan" menjadi sesuatu yang real merasuki perasaan penikmatnya (y)

      Delete
    2. yaah, agan enak bisa ngambil darisudut padang beda. kalo saya tiap nonton anime itu pasti ngambil sudut pandang main char. jadi baperan, pengen kaya orang lain bisa nonton anime ongoing, saya terlalu takut liat ending. jadi kalo nonton apa2 download eps terakhir dulu. -_-,. yah walopun jadi ketauan duluan , tapi mau bijimana lagi, daripada gabisa tidur.
      btw nanti kalo udah kelar review musaigen no phantom world dong, kayanya bagus soalnya dari kyoto animation.

      Delete
    3. Wahahahah... well, different person have different approach to watch. Selama bisa menikmati ya nggak masalah sih.

      Musaigen ya... kalo nggak males deh. Ini ceritanya random banget sih. Meski kalo saya boleh berdeduksi, endingnya pasti "ada" karena ada "satu barang" yang belom diungkap. Mungkin buat endingnya nanti.

      Delete
    4. hmm, saya belum baca synopsis nya sih. cuma kalo dari kyoani kayanya keren lol. big fans nya kyoani. tapi ngga nonton anime free! juga, kbanyakan funservis buat cewe jadi, ya gitu, agak berbau yaoi gitu. hoekk.

      Delete
  10. Kira kira nagi no asukara ada season dua nya gx ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mari kita tanya P.A. Works...
      ...nggak ada, katanya #plak

      Let's be serious. Kemungkinannya kecil. Cerita udah komplit, dipanjang"in malah amburadul. Ini juga original work, yang artinya para stafnya harus kerja keras lagi bikin segalanya dari nol. Lagipula saya belom pernah liat ada anime P.A. Works jadi 2 season.

      Delete
  11. Baru namatin Nagi no Asukara daaaannnnn jatuh cinta sama Tsumuguuuuu >///< Ga nyangka dapet Chisaki, belum lagi gaya coolnya terus waktu dia bilang kalo dia tau Chisaki suka juga ama diaaa wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang keren banget itu pas confess sama Chisaki, jantan banget ngadepinnya (y)

      Kalo buat saya sendiri, saya langsung dapet ilham ketika Chisaki sama Tsumugu senggolan di toko pas ep 12. Saya coba pikir" kenapa scene itu harus di-zoom. Kalo nggak ada maksud dan tujuannya, ngapain dikasih liat deket dan detail? The answer is simple, karena itu petunjuk kalo di antara Chisaki sama Tsumugu bakalan ada sesuatu. Jadinya nggak ada kata "nggak nyangka" buat saya, at least sampe setengah serial berjalan.

      Anyway thanks komentarnya d(≧∀≦)

      Delete
  12. boeh minta rekomendasi sad animenya g min?? gw suka banget nonton anime genre fantasy, sad, sama slice of life nih min. kl bisa yang g ada thrillernya min

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jarang sih ada anime tearjerking yg ada di koleksi saya. Kalo ada pun, palingan jg udah banyak yg tau semacem Shigatsu, AnoHana, atau adaptasi" VNnya KyoAni.

      Delete
  13. Baru nonton ini film.. ada 1 hal yang aku bingung, nyesek, dan kepo..

    Saat eps 13 klu gasalah, saat proses pemujaan dewa laut kan tsumugu jatuh kelaut saat itu chisaki TERIAK dengan sangat sedu, lalu nolong tsumugu dibantu sma kaname.

    Nah saat sudah naik kapal chisaki meluk tsumugu yg pingsan sambil sedih..

    Dengan ekspresi begitu sebenarnya sudah kelihatan jelas chisaki punya rasa sama tsumugu, dan saya sudah nebak kalau chisaki bkal sama tsumugu..

    Tapi disitu letak bingung saya..
    KENAPA CHISAKI BISA SEGITU TAKUT DAN SEDIHNYA TSUMUGU KENAPA2?

    Saya sudah liat berulang ulang dr eps 1 smpek 12, dan saya TIDAK melihat satupun scene chisaki tertarik dgn tsumugu, atau scene tsumugu melakukan sesuatu yang bikin chisaki ngerasa tsumugu waw..

    So WHYYYY?
    sori panjang..
    Masih nyesek Sampek sekarang.. tolong siapapun kasih pendapatnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya udah jawab di salah satu komen di atas, ada di ep 12.
      Pake perspektif yang buat cerita, jangan pake perspektif Tsumugu atau Chisaki. Nah trus bertanyalah pada diri sendiri, "Kenapa adegan pada frame itu harus diperlihatkan kalo nggak ada maksud yang signifikan?"

      Delete
  14. gw sebagai team chisaki x tsumugu berasa bahagia liat di ending walau gk jelas mereka jadian atau gak.. cmiiw

    kalau soal review animenya emang bagus reting nya juga tinggi di MAL. gw juga setuju sama riview yg di atas..

    kalau ada yg suka anime romance kayak nagi no asakura ane saranin liat kimi no nawa atau ano hana di jamin baper.. thx min review nya bagus :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ternyata banyak ya yang dukung pairing" tertentu XD

      Nonton AnoHana udah dari jaman ongoing kalo saya.
      Kimi no Na Wa ini lama" bikin penasaran, tapi jujur aja saya saya masih ragu nyentuh karyanya Makoto Shinkai sejak nonton 5cm Per Second, kayak ada value yang nggak bisa saya resapi...

      Delete
  15. baca reviewnya, gx pake pikir panjang, langsung download

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus nonton ini kalo doyan romance rada idealistis. :)

      Delete
  16. vajingaaann, dari kelima pertanyaan di atas saya ngalamin semua :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuih pengalamannya banyak ya berarti. Saya aja cuma pernah yang nomer 5 #minimpengalaman #sedih #plak

      Delete
  17. Replies
    1. Biar hemat ya pake handuk, guling, bantal, atau malah kain pel juga boleh kalo buat ngelap air mata. Daripada boros. XD

      Delete
  18. Akhhh awalnya nyari list anime NTR, ni judul ada. Karena gamau menyesal download aku cari Review animenya. Seelah baca ini "OK Download langsung semua episode !"

    Jujur aku dah ga suka anime yg karakter cowonya banyak disukai cewe dan gitulah #ngertilah tapi Hijari walaupun banyak di suaki cewe tapi dia selalu memandang manaka #salut ya aku ga terlalu fokus sama kisah mereka berdua yg aku suka disini hanya ceritanya TSUMUGU × CHISAKI aku selalu menunggu kisah mereka bukan yg lain, aku suka Chisaki, dan aku selalu mengulang adegan Tsumugu Chisaki nyaaaaa apalagi kalau ada Kaname dia antara mereka berduaaaaaaa, jadi makin menarik bikin deg degan sama greget pengen liat wajah cemburunya Tsumugu #habis dia datar...

    Sorry panjang, ada anime yg semacam kisah Chisaki×Tsumugu×Kaname ?

    Padahal pengen ada s2 nya -,- pengen liat chisaki sm tsumugu.

    Trimakasih ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan juga awalnya bosen nonton tapi semunya jadi beda semenjak kaname nyatain perasaanya secara blak blakan lebih hebatnya lagi di depan parents nya 😤😤 keknya aku lebih semangat nonton pas episode 13, karena Tsumugu mulai menunjukan perasaanya 😍😍😍 aaaaaghkhhhhhhhjsvdjshsg mungkin kalau tsumugu cuma suka ikan, kaname cuma figuran. Dan Hikari disukai miuna, manaka, chisaki itu akan sangat MEMBOSANKAN bagiku, karena lagi" karakter cowo yg di kelilingi banyak cewe terus cewe yg ga dipikih patah hati. Hmmmm untungnya ada tsumugu dan kaname 😍😍😍 hubungan tsumugu× chisaki×kaname aku sangattttttttt suka 🙆🙆🙆🙆

      Delete
  19. gw lebih suka sama manaka, daripada chisaki

    ReplyDelete
  20. akhirnya, setelah dua malam maraton, kelar juga ini anime. tapi kenapa ya gua rada kesel sama chisaki yang gede sendiri ketimbang temen temen lautnya yang lain? gua juga ga ngerestui kurang sreg soal hubungan dia sama tsumugu. aarrgghh, gua benci tsumugu wkwk. tapi best lah anime ini, bikin penasaran diakhir episodenya. yang punya saran, selain shigatsu and anohana, please I need anime like that

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1.Ookami to kyoushinryou- genre romance adventure economic favorite saya
      2.drama romance coba ke white album 1 ato 2, suzuka kimi no irumachi, fuuka, koi to uso
      3.romance comedy chuunibyou, oregairu, nisekoi
      4.romance action kyoukai no kanata

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
    3. Tsuki ga Kirei. Dah itu ultimate vanilla pure romance nggak pake aneh" 100%

      Delete
  21. Bad ending buat saia :'( #timhikariXmiuna

    ReplyDelete
  22. gw suka chisaki, karna dia itu mantep euy ;v gw ga suka tsumugu, dia sok keren >:v. kenapa kamu harus ama sumugu chi chan? udah bagus ama hikari aja dah #timHikariXchisaki&manaka&miuna :v

    ReplyDelete
  23. Oke, entah kenapa saya SETUJU BANGET sama review ini! Tbh, heroine yang awalnya saya suka itu Chisaki, entah kenapa.. deg-degan aja gitu rasanya �� tapi setelah time skip, saya jadinya pindah hati ke Miuna. Baik, sabar, rela berkorban, dan saya juga senang dia bisa ungkapin perasaan nya ke Hikari dengan cara yang dramatis bangettt. Men, cara pikir dia itu engga kayak anak SMP pada umumnya loh. Walaupun bisa dibilang bertepuk sebelah tangan, tapi saya engga merasa kecewa. Btw, saya baru aja tamat nonton anime ini hahaha. Thank you untuk reviewnya, bro! *kampai*

    ReplyDelete
  24. menurut gue sendiri ni anime emang bad ending, #hikks #hikari×miuna cuman gue tetep salut ama cintanya hikari yang tulus untuk manaka.. tapi sekali lagi, gue orangnya suka berkhayal dan memikirkan masa depan dan hasilnya.. bukan gak mungkin hikari jadian sama miuna :v lagian ceritanya mereka masih smp dan kalau dilanjutin belum tentu gak berubah pas sma,kuliah,dst... gue positive thinking ajalah buat miuna, kalo dia memang tulus juga dan masih tetep cinta seterusnya bisa jodoh ama hikari :v sorry curcol #pacaranbelontentunikahan!
    #banzai
    #arigatou!!

    ReplyDelete